Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut.
Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.
Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.
Afnan senantiasa menjauh dari perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia duduk di kelas 4 SD, dia bahkan semakin menjauh dari perkara yang membuat murka Allah itu. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya.
Tatkala dia SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya. Permulaan keberhasilan dakwahnya kepada agama Allah adalah……. masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.
Kala itu aku sedang mengandung putraku, Abdullah, ketika aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!”
Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Bu, aku sekarang menjadi seorang muslimah, Afnan telah mengajarkan kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.
Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat.
Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?
Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumahsakit.
Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.
Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata: “Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.” Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”
Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!
Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!
Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.
Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku.”
Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”
Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.
Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.
Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya.
Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”
Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!
Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.
Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!
Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.
Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.
Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang.
Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: “Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.” Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”
Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku.” Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.
Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.”
Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”
Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan keluarlah rohnya.
Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin. (AR)*
sumber : file: Sungguh%20Gadis%20Kecil%20Shalihah%20_%20ceritateladan.com.htm
Inilah hati, rasa, cinta, warna dan hidup. Buatlah Hatimu Sebening Air Mata. Bertahanlah! Sesungguhnya Ia Selalu Bersamamu..
Saturday, January 7, 2012
Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan
“Adakalanya jiwa ini mengeluh karena musibah yang menimpanya, padahal ada jalan keluarnya semudah membuka ikatann”
Apakah yang disebut bahagia? Apakah bahagia itu ada harta ataukah kedudukan dan keturunan? Jawabannya beragam. Akan tetapi, marilah kita perhatikan kebahagiaan yang dialami oleh seorang wanita yang disebutkan dalam kisah berikut :
Seorang lelaki bertengkar dengan istrinya, sang suami berkata “Sungguh aku akan membuatnmu menderita.” Istrinya menjawab “Kamu tidak akan mampu.” Suami bertanya padanya “Bagaimana bisa demikian?”
Istrinya menjawab “Seandainya bahagia itu terletak pada harta, maka engkau bisa mengharamkannya bagiku. Seandainya bahagia itu terletak pada perhiasan maka engkau dapat mencegahku darinya. Akan tetapi tiada sesuatupun yang engkau dan orang lain dapat memilikinya. Sesungguhnya kebahagiaaku, berada pada imanku; imanku ada pada qalbuku dan qalbuku tiada seorangpun yang dapat menguasainya kecuali Tuhanku.”
Inilah yang disebut kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu kebahagiaan iman. Tiada yang dapat merasakan kebahagiaan ini, kecuali hanya orang yang qalbunya dikuasai oleh cinta kepada Allah hingga masuk ke bagian yang paling dalam begitupula jiwa dan pikirannya. Pada hakikatnya yang memliki kebahagiaan adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu carilah kebahagiaan dengan taat kepadaNya. Sesungguhnya satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan tiada lain hanyalah dengan mengenal agama yang benar yang telah diutuskan kepada Rasulullah untuk menyampaikannya.
Barangsiapa mengenal jalan ini maka tidak akan terhalang darinya bila ia tidur di rumah sederhana atau di emperan toko atau merasa cukup dengan sepotong roti, untuk manusia yang paling bahagia di dunia. Berbeda halnya dengan ornag yang sesat di jalan ini, maka usianya akan dipenuhi dengan kesedihan; hartanya menjadi penghalang; ilmunya mendatangkan kerugian; dan kesudahannya adalah beroleh kehinaan dan kekecewaan.
"Sesungguhnya kita memerlukan harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita harus hidup demi harta"
source : buku Jadilah wanita yang paling bahagia,
Aidh Al-Qarni
Wednesday, January 4, 2012
Duhai Negeriku, Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana..
Senin, 12 Desember 2011 15:30 wib
DALAM sejarah, Indonesia dibangun oleh para pemikir dan cendekiawan orde lama sebagai negara hukum. Konsekuensinya adalah konsistensi terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan secara universal, baik itu adil dalam pembangunan nasional, penegakan hukum dan sebagainya termasuk penindakan terhadap para pelaku korupsi.
Tetapi mengapa banyak fenomena yang terjadi di negeri ini bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang universal tersebut? Korupsi merajalela, masyarakat sekarang disuguhkan pada berita-berita korupsi pejabat pemerintah baik level pusat maupun daerah. Tindakan inkonsistensi orang-orang atas yang seharusnya menjadi teladan pun banyak kita ditemui.
Agaknya, politiklah yang sekarang menjadi panglima dalam setiap sendi kehidupan di negeri ini, bukan lagi hukum. Hukum dari zaman ke zaman mulai mengalami ketumpulan. Hukum itu seakan tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Banyak kaum proletar justru menjadi korban, sedangkan kaum elite di negeri ini selalu berpikir pragmatis dalam menyelesaikan perkara yaitu dengan jalur politik, ketimbang jalur hukum. Tampaknya memang status negara hukum Indonesia sudah beralih menjadi negara politik. Lebih tepatnya, negara politik kekuasaan, hingga hukum yang bersikap mutlak dan pasti pun dipolitisasi untuk mendapatkan kekuasan.
Sebenarnya kemampuan putra bangsa Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Banyak putra bangsa yang menyabet medali dalam olimpiade internasional, betapa banyak putra bangsa yang mendapatkan nobel tingat internasional pula.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, rasanya Indonesia tidak kalah dalam bidang intelektualitas. Bahkan dengan Amerika sekali pun yang notabene merupaka negara adidaya. Salah satunya terlihat jelas di laga Olimpiade Sains tingkat internasional, Indonesia parkir di peringkat atas bersama dengan China dan India.
Akan tetapi mengapa Indonesia kalah maju dengan negara-negara tersebut dan kesejahteraan rakyat di Indonesia masih memprihatinkan? Ini tidak lepas dari kondisi realita bangsa kita yang sudah menjadi negara politik. Sistem pemerintakan kita mengalami inkonsistensi kebijakan, birokrasi yang buruk, profesionalitas yang rendah, integritas para petingginya yang masih dipertanyakan dan pejabat-pejabat negara yang banyak melakukan tindakan korupsi.
Maka, sebaik apa pun sumber daya manusia Indonesia terutama dalam bidang intelektualitas, maka itu semua adalah percuma. Ibarat menanam pohon, sebagus apapun bibit tanaman yang akan ditanam selama bibit itu ditanam di lahan yang tidak subur alias gersang, maka bibit itu tidak akan tumbuh maksimal, bahkan bisa saja bibit itu mati.
Duhai negeriku, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Integritas, kebenaran, dan keadilan adalah nilai-nilai universal, dan setiap manusia memiliki hati nurani yang senada dengan nilai-nilai tersebut. Keadilan akan mudah tercapai, kebenaran itu pasti akan menang dan integritas itu akan tertanam di setiap sanubari rakyat Indonesia asalkan nilai-nilai tersebut bisa disuarakan dan ditransparansikan.
Sekali lagi, karena setiap manusia memiliki hati nurani yang senada dengan nilai-nilai luhur tersebut. Disuarakan yakni sebelumnya harus dibenamkan dalam diri pribadi kemudian disebarkan ke orang lain, sedangkan ditransparansikan dalam artian tidak ada dusta di antara kita.
Duhai negeriku, terimalah ini sebagai moral commitment-ku. Mulai dari diriku, aku berjanji akan menggenggam erat nilai-nilai luhur tersebut. Kemudian aku akan belajar untuk menyuarakannya dengan lantunan nada seindah mungkin aku bisa, dengan harapan agar nilai-nilai tersebut diterima oleh khalayak dan bisa mentransparansikannya tanpa syarat. Baik itu mulai dari keluargaku, teman dekatku, organisasi kampus sampai masyarakat sekitar. Yakinku, literatur bukanlah dalil yang digunakan sebagai pembenaran atas sikap dan gagasanku, akan tetapi ia adalah dalil untuk mencari kebenaran dari setiap gagasan dan sikapku yang bisa jadi itu salah.
Kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia adalah akumulasi dari individu-individu yang tinggal di negeri ini. Asalkan individu-individu di dalamnya memiliki keahlian masing-masing dan etos kerja yang bagus, maka dengan sendirinya Indonesia akan menjadi negara yang maju.
Duhai Indoensia, aku ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana. Aku ingin menjadi seorang ahli dalam bidangku, menjadi seorang spesialis dan pembelajar yang hebat di bidangku, agar ilmuku nanti bisa aku sumbangkan untuk kamajuanmu Indonesia, untuk kesejahteraan rakyat yang ada di rahimmu.
Aku akan mendorong sistem yang ada di lingkungan sekitar, agar konsep spesialisasi mulai dibangun dan benar-benar diterapkan dengan konsisten. Maka, jadilah kita orang yang hebat di bidang kita masing-masing, karena kemajuan bangsa ini adalah akumulasi dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk aku, kamu, dan kita semua.
Hidup harmonis adalah keinginanku, karena harmoni itu menentramkan. Ia adalah prinsip yang mesti dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kuncinya adalah satu, open mind, terbuka terhadap nilai-nilai yang ada. Karena Indonesia ialah negeri seribu cerita, yang kaya akan corak dan budaya. Terbuka berarti tidak bersikap kegolongan, menerima nilai-nilai kebaikan dari luar, memberikan toleransi akan perbedaan yang ada dengan tetap berprinsip kepada kebenaran dan keadilan yang universal.
Selanjutnya, pembangunan karakter yang konsisten dan berkelanjutan itu sangat penting. Integritas itu harus dipegang dan ditanamkan sejak sekarang juga, mulai dari hal yang kecil. Saat ini, sering ditemui seseorang menggadaikan integritasnya hanya karena gengsi dan hal sepele. Sebagai contoh, ada seseorang mahasiswa hidup dengan teman-temannya yang memiliki budaya titip absen. Dia dimintai tolong untuk mengabsesnkan temannya, karena gengsi, dianggap tidak setia kawan atau apapun itu, akhirnya mahasiswa tersebut mengabsesnkan temannya yang jelas tidak masuk kuliah. Dari sini integritas mulai luntur, dari hal yang kecil dan sepele.
Duhai negeriku, aku ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana. Aku akan menyuarakan integritas itu dengan nada-nada yang indah yang bisa diterima oleh orang-orang sekitar. Sekali lagi, karena setiap orang memiliki hati nurani yang senada dengannya. Tinggal kita yang menyuarakan nilai tersebut agar hati nurani orang-orang sekitar kita bisa menangkap nilai-nilai luhur yang kita rasakan.
Belajar saat usia dini bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar saat usia tua seperti mengukir di atas air. Pendidikan karakter memang sulit, tetapi lebih sulit lagi kalau itu dilakukan saat masa tua. Sehingga masa kanak-kanak merupakan masa yang pas untuk pendidikan karakter itu.
Dengan cara apa? Yaitu dengan cara membahasakannya dalam bahasa mereka, bahasa yang familiar dengan anak-anak. Pendidikan karakter itu bisa dibahasakan dalam bentuk film kartun, dalam bentuk komik-komik, dongeng-dongeng heroik dan juga kemasan lain yang sesuai dengan bahasa mereka.
Sepele memang, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil akan terus membekas hingga hari tua. Dengan seperti ini, maka moral penerus bangsa Indonesia setidaknya akan memiliki integritas yang lebih baik dan lebih berkarakter.
Duhai negriku.. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, maka terimalah cintaku yang sederhana ini.
Ardian Umam
Mahasiwa Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada (UGM)(//rfa)
source:http://www.facebook.com/notes/rhedylla-dwi-poetra/duhai-negeriku-aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/10150480856511009?ref=notif¬if_t=note_tag
DALAM sejarah, Indonesia dibangun oleh para pemikir dan cendekiawan orde lama sebagai negara hukum. Konsekuensinya adalah konsistensi terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan secara universal, baik itu adil dalam pembangunan nasional, penegakan hukum dan sebagainya termasuk penindakan terhadap para pelaku korupsi.
Tetapi mengapa banyak fenomena yang terjadi di negeri ini bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang universal tersebut? Korupsi merajalela, masyarakat sekarang disuguhkan pada berita-berita korupsi pejabat pemerintah baik level pusat maupun daerah. Tindakan inkonsistensi orang-orang atas yang seharusnya menjadi teladan pun banyak kita ditemui.
Agaknya, politiklah yang sekarang menjadi panglima dalam setiap sendi kehidupan di negeri ini, bukan lagi hukum. Hukum dari zaman ke zaman mulai mengalami ketumpulan. Hukum itu seakan tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Banyak kaum proletar justru menjadi korban, sedangkan kaum elite di negeri ini selalu berpikir pragmatis dalam menyelesaikan perkara yaitu dengan jalur politik, ketimbang jalur hukum. Tampaknya memang status negara hukum Indonesia sudah beralih menjadi negara politik. Lebih tepatnya, negara politik kekuasaan, hingga hukum yang bersikap mutlak dan pasti pun dipolitisasi untuk mendapatkan kekuasan.
Sebenarnya kemampuan putra bangsa Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Banyak putra bangsa yang menyabet medali dalam olimpiade internasional, betapa banyak putra bangsa yang mendapatkan nobel tingat internasional pula.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, rasanya Indonesia tidak kalah dalam bidang intelektualitas. Bahkan dengan Amerika sekali pun yang notabene merupaka negara adidaya. Salah satunya terlihat jelas di laga Olimpiade Sains tingkat internasional, Indonesia parkir di peringkat atas bersama dengan China dan India.
Akan tetapi mengapa Indonesia kalah maju dengan negara-negara tersebut dan kesejahteraan rakyat di Indonesia masih memprihatinkan? Ini tidak lepas dari kondisi realita bangsa kita yang sudah menjadi negara politik. Sistem pemerintakan kita mengalami inkonsistensi kebijakan, birokrasi yang buruk, profesionalitas yang rendah, integritas para petingginya yang masih dipertanyakan dan pejabat-pejabat negara yang banyak melakukan tindakan korupsi.
Maka, sebaik apa pun sumber daya manusia Indonesia terutama dalam bidang intelektualitas, maka itu semua adalah percuma. Ibarat menanam pohon, sebagus apapun bibit tanaman yang akan ditanam selama bibit itu ditanam di lahan yang tidak subur alias gersang, maka bibit itu tidak akan tumbuh maksimal, bahkan bisa saja bibit itu mati.
Duhai negeriku, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Integritas, kebenaran, dan keadilan adalah nilai-nilai universal, dan setiap manusia memiliki hati nurani yang senada dengan nilai-nilai tersebut. Keadilan akan mudah tercapai, kebenaran itu pasti akan menang dan integritas itu akan tertanam di setiap sanubari rakyat Indonesia asalkan nilai-nilai tersebut bisa disuarakan dan ditransparansikan.
Sekali lagi, karena setiap manusia memiliki hati nurani yang senada dengan nilai-nilai luhur tersebut. Disuarakan yakni sebelumnya harus dibenamkan dalam diri pribadi kemudian disebarkan ke orang lain, sedangkan ditransparansikan dalam artian tidak ada dusta di antara kita.
Duhai negeriku, terimalah ini sebagai moral commitment-ku. Mulai dari diriku, aku berjanji akan menggenggam erat nilai-nilai luhur tersebut. Kemudian aku akan belajar untuk menyuarakannya dengan lantunan nada seindah mungkin aku bisa, dengan harapan agar nilai-nilai tersebut diterima oleh khalayak dan bisa mentransparansikannya tanpa syarat. Baik itu mulai dari keluargaku, teman dekatku, organisasi kampus sampai masyarakat sekitar. Yakinku, literatur bukanlah dalil yang digunakan sebagai pembenaran atas sikap dan gagasanku, akan tetapi ia adalah dalil untuk mencari kebenaran dari setiap gagasan dan sikapku yang bisa jadi itu salah.
Kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia adalah akumulasi dari individu-individu yang tinggal di negeri ini. Asalkan individu-individu di dalamnya memiliki keahlian masing-masing dan etos kerja yang bagus, maka dengan sendirinya Indonesia akan menjadi negara yang maju.
Duhai Indoensia, aku ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana. Aku ingin menjadi seorang ahli dalam bidangku, menjadi seorang spesialis dan pembelajar yang hebat di bidangku, agar ilmuku nanti bisa aku sumbangkan untuk kamajuanmu Indonesia, untuk kesejahteraan rakyat yang ada di rahimmu.
Aku akan mendorong sistem yang ada di lingkungan sekitar, agar konsep spesialisasi mulai dibangun dan benar-benar diterapkan dengan konsisten. Maka, jadilah kita orang yang hebat di bidang kita masing-masing, karena kemajuan bangsa ini adalah akumulasi dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk aku, kamu, dan kita semua.
Hidup harmonis adalah keinginanku, karena harmoni itu menentramkan. Ia adalah prinsip yang mesti dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kuncinya adalah satu, open mind, terbuka terhadap nilai-nilai yang ada. Karena Indonesia ialah negeri seribu cerita, yang kaya akan corak dan budaya. Terbuka berarti tidak bersikap kegolongan, menerima nilai-nilai kebaikan dari luar, memberikan toleransi akan perbedaan yang ada dengan tetap berprinsip kepada kebenaran dan keadilan yang universal.
Selanjutnya, pembangunan karakter yang konsisten dan berkelanjutan itu sangat penting. Integritas itu harus dipegang dan ditanamkan sejak sekarang juga, mulai dari hal yang kecil. Saat ini, sering ditemui seseorang menggadaikan integritasnya hanya karena gengsi dan hal sepele. Sebagai contoh, ada seseorang mahasiswa hidup dengan teman-temannya yang memiliki budaya titip absen. Dia dimintai tolong untuk mengabsesnkan temannya, karena gengsi, dianggap tidak setia kawan atau apapun itu, akhirnya mahasiswa tersebut mengabsesnkan temannya yang jelas tidak masuk kuliah. Dari sini integritas mulai luntur, dari hal yang kecil dan sepele.
Duhai negeriku, aku ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana. Aku akan menyuarakan integritas itu dengan nada-nada yang indah yang bisa diterima oleh orang-orang sekitar. Sekali lagi, karena setiap orang memiliki hati nurani yang senada dengannya. Tinggal kita yang menyuarakan nilai tersebut agar hati nurani orang-orang sekitar kita bisa menangkap nilai-nilai luhur yang kita rasakan.
Belajar saat usia dini bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar saat usia tua seperti mengukir di atas air. Pendidikan karakter memang sulit, tetapi lebih sulit lagi kalau itu dilakukan saat masa tua. Sehingga masa kanak-kanak merupakan masa yang pas untuk pendidikan karakter itu.
Dengan cara apa? Yaitu dengan cara membahasakannya dalam bahasa mereka, bahasa yang familiar dengan anak-anak. Pendidikan karakter itu bisa dibahasakan dalam bentuk film kartun, dalam bentuk komik-komik, dongeng-dongeng heroik dan juga kemasan lain yang sesuai dengan bahasa mereka.
Sepele memang, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil akan terus membekas hingga hari tua. Dengan seperti ini, maka moral penerus bangsa Indonesia setidaknya akan memiliki integritas yang lebih baik dan lebih berkarakter.
Duhai negriku.. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, maka terimalah cintaku yang sederhana ini.
Ardian Umam
Mahasiwa Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada (UGM)(//rfa)
source:http://www.facebook.com/notes/rhedylla-dwi-poetra/duhai-negeriku-aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/10150480856511009?ref=notif¬if_t=note_tag
Saturday, December 31, 2011
2011 ke 2012
assalamualaikum, haha gaktau ceppeeet banget berlalu.. aku gakbisa cerita banyak kali ini, cuma bisa sedikit ngasih targetan terakhir di penutup tahun ini.. yaps,
tahun baru,
semangat baru,
mading baru,
target baru,
bismillahiroohmanirrohim
suka banget sama gambar meja belajarnya, GO RUNNING!
dan, pancake terakhir yang aku buat di 2011
goodbye 2011,
banyak harapan baru di 2012
tapi banyak kenangan indah di2011
aku akan merindukan saat dimana semua itu jadi satu,
muhasabah diri, semoga tahun depan lebih baik..
-silmykaaffah-
31 desember 2011 pukul 22:08
salam sayang,
salam perpisahan di akhir tahun
:)
maaf jika aku belum bisa menjadi koa yang baik
tahun baru,
semangat baru,
mading baru,
target baru,
bismillahiroohmanirrohim
suka banget sama gambar meja belajarnya, GO RUNNING!
dan, pancake terakhir yang aku buat di 2011
goodbye 2011,
banyak harapan baru di 2012
tapi banyak kenangan indah di2011
aku akan merindukan saat dimana semua itu jadi satu,
muhasabah diri, semoga tahun depan lebih baik..
-silmykaaffah-
31 desember 2011 pukul 22:08
salam sayang,
salam perpisahan di akhir tahun
:)
maaf jika aku belum bisa menjadi koa yang baik
Friday, December 23, 2011
TAFAKUR ALAM!
16-18 deseber 2011
Alhamdulillahirobbil’alamin karena kegiatan TA ini berjalan sudah, ah gakterasa. Ada sakitnya, sedihnya dan senengnya
Hari pertama, kita panitia udah dateng jam setengah 6 dan mulai menyiapkan meja registrasi dan briefing di perpus, ada bu erah dan pa carsum menyampaikan hal-hal yang kecil namun kadang terlupakan. Kita takbir dengan sangat bersemangat.
Lalu mulailah registrasi. Aku kebagian jadi PJ bus 1. Dan ngebawa anak lewat bkn gimanaaa gitu rasanya. Haha. Mengabsen dan membantu meluruskan niat dan berdoa sebelumn berangkat, aku duduk di samping andani. Sementara bareng sama kakak mentor, iir, himma, dini, septi, ulfatun, elsa dan cecen. Yang lain pada ngobrol di belakang dan aku berasa xxxx. Tapi abaikan saja sil
Sampai disana aku membantu adek2nya membawa tas dan bergegas masuk aula karena sudah ada ikhwannya. Kami lalu sholat dhuha. Dan keputrian yang ngisi rai dan yuni, pengumpulan hp. Dan adeknya memiliki inisiatif terlalu tinggi karena udah makan tanpa disuruh -_- sehingga jadwalnya agak berantakan.
Setelah pembagian kamar dan sholat zuhur, ada studi kasus. Dan jatuhnya Cuma 15 menit padahal elis udah susah payah menyiapkannya. Gapapaeloh ikhwan haha. ada materi dari bu erah mengenai VMJ, haha pas banget emang kalo mengenai yang begituan. Teruus, adeknya tanggepannya juga lumayan bagus, banyak yang nanya.
Tapi begitu selesainya jam 3.15 padahal di jadwal jam 4kurang 10, yaudah diisi sama aku, cecen, kenny, elsa seadanya haha games yang aku gaktau gimana. Dan sholat ashar. Yang gaksholat nonton film dari nbku tercinta tingting.
Lalu games cerdas cermat yang aku siapkan akan dimulai. aku nyari pertanyaannya. Dan agak sediit teriak-teriak ngomongnya. Tapi seru, mereka bisa nerima materinya dan especially cecen yang udah peduli bgt sama gamesnya makasiiih sun cium muahmuah.
Pemenangnya kelompok A, dapet reward deh dek pokonya hihi. Teruuus, beres2 dan baca qur’an sblm magrib. Tapi gaksempet alma’tsuratan. Langsung makan, lauknya uenak, ayam rek. Ngeliat alam sambil makan, subhanallah banget. Dan yang outbond baru sampe sore banget, semangat caca, april dan debi
Lalu karena ustad fauzan gakbisa dihubungi, ka normand menjadi ustad pengganti dadakan H-2jam. Semangat kakak, dia memasukkan konsep berfikir ala anak FH eaa~ dan emanga bagus public speakingnya, aku yang ngantuk. Tapi siska dnegan segala semangatnya tak gentar menutup matanya, bersemangat sekali siska ini, wahwah. Dan ternyata adeknya ada yang baru masuk islam 6bulan, ya Allah kaget banget, pengen sharing sama dia.
Sampai tiba saatnya evaluasi dan yang lamanya bukan main, aku berusaha gak menutup mata tapi kamu tau, ini evaluasi terlama,2jam rek. Bukan main lamanya, dan kita berputar2 sampai teler, badanku remuk dan segera tidur di uks.
Drrrt, aku bangun jam 4, parah banget. Aku telat, gak QL bareng anak kelas x. Alhamdulillah sblm tidur sempet Ql, aduh kebo sekali saya ini. Lalu ada sedikit miskom aku sebelum akhirnya senam pagi, sarapan, dan materi dari ka ari OSN MTK. Tapi gakbisa masuk, kejebak. Yasudah seraya menunggu outbond, menggalau dengan melihat alam tilawah.
Adek2nya yel2 pas sblm outbond aku hanya mengantar sampai di depan dan mandi, membersihkan segala kekotoran diri, nikmat benar rasanya bersih, gakada duanya. Ganti baju, pakai jilbab kaos saya setelah itu warnanya ungu hihi.
Selesai mandi, tiba-tiba ada seorang ibu yang udah mau ngejemput anaknya. Dan kebingungan, langsung nelpon april, gak diangkat, debi baru diangkat, sesegera mungkin Tifa anak xg itu diantar menuju villa untuk pulang sama orangtuanya. Siska mengantarnya, aduh setia benar nih anak. Tifa sampai di villa dia mandi, dan kami (panitia) dibeliin eskrim sama ibunya, wahaha. Mantap, kalo kata bu rini “ini nyogok biar mau pulang, hehehe”
Waktu zuhur menjelang, kami yang tersisa di villa sholat zuhur berjamaah, ada iir, mifta, siska, nadya, himma dan beberapa panitia lain sedang meruntut peristiwa apa saja yang sudah terjadi selama TA ini, kita semua gak percaya kalo TA ini udah nyata! Real! Setelah sekian lama syuro dan akhirnya TA ini lagi berjalan, hihihi. Inilah seninya menjadi panitia..
Setelah itu makanan siap, kami makan terlebih dahulu mengantisipasi adek-adeknya untuk kami layani makannya. Dan sedang enak-enaknya makan, hp himma ibu acara berbunyi, katanya peserta yang ikut kan ada 91, pulang 1, sakit satu jadi sisanya 89. Dan ternyata yang disana hanya ada 85, 3 orang diculik. Hah? Cuma ada 88 anak? Panik.. dan semuanya langsung berhenti makan. Kami menuju lokasi outbond pos alumni,
Dengan panik kami berjalan, menyusuri dan melist anak-anak yang ikut. Perlahan, kami menghitung dan ternyata jumlahnya PAS, 88n anak. Woilah, capek benar kami, dan ternyata benar. Hehehe. Ikut mendengarkan ceramah ka dita dan ka fitri, bernyanyi doa robithoh di alam, subhanallah sekali. Merasaka ukhuwah yang dahsyat di antara kami.
Kembali ke villa, menghitung adik-adiknya mandi, tersenyum kepada mereka, melayani mereka.. beginilah rasanya jadi seorang kakak kelas..
Acara selanjutnya ada sholat ashar lalu sharing alumni, lagi-lagi ka dita dan ka fitri yang mengisinya. Mengenai jilbab, adik-adiknya terlihat sangat antusias, kami sangat berharap ada perubahan pada diri adik-adik kami yang manis ini.. akhwat sholeha...
Maghrib menjelang. Saatnya makan malam, tempat favoritku dibalkon menghadap ke gunung, udara malam terasa menggeliltik kulitku. Aku menikmatinya bersama ukhti-ukhti lainnya.
Selanjutnya materi, kali ini Ust. Fauzan datang, ah ia membuat hati kami berdebar tidak karuan karena membuat kami menunggu kepastiannya menghadiri acara ini. Namun, subhanallah ia membawakan materi dengan dahsyatnya. Mengenai ghowzul fikri yang telah merajalela, ia menghadirkan video mengenai aborsi, sungguh aku menangis melihat bayi-bayi tak berdosa itu meninggal dengan bentuk tidak karuan, dan siapakah yang bertanggungjawab atas semua ini?
Disusul berbagai film mengenai siksa kubur dan terakhir, muhasabah.. muhasabah akan semua dosa kita, dosa kpd orangtua, teman, adik.. semua.. tiba-tiba teringat ummi dan abi dirumah, ingin segera pulang dan memeluk mereka erat..
Malam semakin malam, ustadz fauzan terbawa suasana dan menyelesaikan tugasnya hingga pukul 11 malam, sangat ngaret dari jadwal, memang tak sesuai namun setidaknya aku bersyukur kembali diingatkan akan dosa, lebih lagi adik-adikku terlihat begitu memaknai semua ini, mereka berpelukan. Ya, inilah ukhuwah baru diantara kalian adikku, selamat datang di 14, selamat menikmati indahnya islam disini..
Alhamdulillah evaluasi tidak begitu lama, kami tidur, sangat lelah. Apalagi yang outbond tadi, tetap semangat ukhti..
Lalu shibgotulail. Sudah terlalalu siang bila dikatakan shibghotulail namun, kami tetap melaksanakannya. Aku membawa adik mentor xf kecil, ada aini, pelangi, elin adek mentor ka intan, ku ajak ia memahami sebuah ayat, yang berisi perbuatan akan dibalas setimpal, dan Allah maha adil. Azan subuh berkumandang, aku menundukkan pandangan dan meminta mereka meresapi azannya, setelah itu aku bertanya apa pendapatmu mengenai azan ini? Dan mereka menjawab luar biasa, aku terharu sangat.. aku ingin menjadi murobbi..
Dan tiba-tiba aku terlelap di sebuah kamar, aku baru bangun saat matahari sudah terang.. saatnya APSI! Subhanallah, seru nian mendengarkan mereka menampilkan apsi mereka. Xb dengan rapnya, lucu.. dan kami panitia menampilkan nasyid robithoh dan alhamdulillahnya opick. Hihihiy, seruu. Ditambah kakak murobiyah, perpisahan terakhir mereka..
Packing, pulang.. dan ada insiden kecil yang membuat aku dimarahi miss is. Namun aku belajar.. belajar untuk lebih dewasa, belajar lapang dada, belajar memaafkan, belajar berhati besar, belajar semua.. hidup penuh belajar.. semangat, sukses..
Awal amanah ini.. semua berjalan tanpa terasa, ayo bangkitlah rohisku :)
Bu Erah tercinta~
semoga ketemu TA tahun depan
semakin baik lagi
salam manis buat akhwat-akhwat cantik semuanya :)
Alhamdulillahirobbil’alamin karena kegiatan TA ini berjalan sudah, ah gakterasa. Ada sakitnya, sedihnya dan senengnya
Hari pertama, kita panitia udah dateng jam setengah 6 dan mulai menyiapkan meja registrasi dan briefing di perpus, ada bu erah dan pa carsum menyampaikan hal-hal yang kecil namun kadang terlupakan. Kita takbir dengan sangat bersemangat.
Lalu mulailah registrasi. Aku kebagian jadi PJ bus 1. Dan ngebawa anak lewat bkn gimanaaa gitu rasanya. Haha. Mengabsen dan membantu meluruskan niat dan berdoa sebelumn berangkat, aku duduk di samping andani. Sementara bareng sama kakak mentor, iir, himma, dini, septi, ulfatun, elsa dan cecen. Yang lain pada ngobrol di belakang dan aku berasa xxxx. Tapi abaikan saja sil
Sampai disana aku membantu adek2nya membawa tas dan bergegas masuk aula karena sudah ada ikhwannya. Kami lalu sholat dhuha. Dan keputrian yang ngisi rai dan yuni, pengumpulan hp. Dan adeknya memiliki inisiatif terlalu tinggi karena udah makan tanpa disuruh -_- sehingga jadwalnya agak berantakan.
Setelah pembagian kamar dan sholat zuhur, ada studi kasus. Dan jatuhnya Cuma 15 menit padahal elis udah susah payah menyiapkannya. Gapapaeloh ikhwan haha. ada materi dari bu erah mengenai VMJ, haha pas banget emang kalo mengenai yang begituan. Teruus, adeknya tanggepannya juga lumayan bagus, banyak yang nanya.
Tapi begitu selesainya jam 3.15 padahal di jadwal jam 4kurang 10, yaudah diisi sama aku, cecen, kenny, elsa seadanya haha games yang aku gaktau gimana. Dan sholat ashar. Yang gaksholat nonton film dari nbku tercinta tingting.
Lalu games cerdas cermat yang aku siapkan akan dimulai. aku nyari pertanyaannya. Dan agak sediit teriak-teriak ngomongnya. Tapi seru, mereka bisa nerima materinya dan especially cecen yang udah peduli bgt sama gamesnya makasiiih sun cium muahmuah.
Pemenangnya kelompok A, dapet reward deh dek pokonya hihi. Teruuus, beres2 dan baca qur’an sblm magrib. Tapi gaksempet alma’tsuratan. Langsung makan, lauknya uenak, ayam rek. Ngeliat alam sambil makan, subhanallah banget. Dan yang outbond baru sampe sore banget, semangat caca, april dan debi
Lalu karena ustad fauzan gakbisa dihubungi, ka normand menjadi ustad pengganti dadakan H-2jam. Semangat kakak, dia memasukkan konsep berfikir ala anak FH eaa~ dan emanga bagus public speakingnya, aku yang ngantuk. Tapi siska dnegan segala semangatnya tak gentar menutup matanya, bersemangat sekali siska ini, wahwah. Dan ternyata adeknya ada yang baru masuk islam 6bulan, ya Allah kaget banget, pengen sharing sama dia.
Sampai tiba saatnya evaluasi dan yang lamanya bukan main, aku berusaha gak menutup mata tapi kamu tau, ini evaluasi terlama,2jam rek. Bukan main lamanya, dan kita berputar2 sampai teler, badanku remuk dan segera tidur di uks.
Drrrt, aku bangun jam 4, parah banget. Aku telat, gak QL bareng anak kelas x. Alhamdulillah sblm tidur sempet Ql, aduh kebo sekali saya ini. Lalu ada sedikit miskom aku sebelum akhirnya senam pagi, sarapan, dan materi dari ka ari OSN MTK. Tapi gakbisa masuk, kejebak. Yasudah seraya menunggu outbond, menggalau dengan melihat alam tilawah.
Adek2nya yel2 pas sblm outbond aku hanya mengantar sampai di depan dan mandi, membersihkan segala kekotoran diri, nikmat benar rasanya bersih, gakada duanya. Ganti baju, pakai jilbab kaos saya setelah itu warnanya ungu hihi.
Selesai mandi, tiba-tiba ada seorang ibu yang udah mau ngejemput anaknya. Dan kebingungan, langsung nelpon april, gak diangkat, debi baru diangkat, sesegera mungkin Tifa anak xg itu diantar menuju villa untuk pulang sama orangtuanya. Siska mengantarnya, aduh setia benar nih anak. Tifa sampai di villa dia mandi, dan kami (panitia) dibeliin eskrim sama ibunya, wahaha. Mantap, kalo kata bu rini “ini nyogok biar mau pulang, hehehe”
Waktu zuhur menjelang, kami yang tersisa di villa sholat zuhur berjamaah, ada iir, mifta, siska, nadya, himma dan beberapa panitia lain sedang meruntut peristiwa apa saja yang sudah terjadi selama TA ini, kita semua gak percaya kalo TA ini udah nyata! Real! Setelah sekian lama syuro dan akhirnya TA ini lagi berjalan, hihihi. Inilah seninya menjadi panitia..
Setelah itu makanan siap, kami makan terlebih dahulu mengantisipasi adek-adeknya untuk kami layani makannya. Dan sedang enak-enaknya makan, hp himma ibu acara berbunyi, katanya peserta yang ikut kan ada 91, pulang 1, sakit satu jadi sisanya 89. Dan ternyata yang disana hanya ada 85, 3 orang diculik. Hah? Cuma ada 88 anak? Panik.. dan semuanya langsung berhenti makan. Kami menuju lokasi outbond pos alumni,
Dengan panik kami berjalan, menyusuri dan melist anak-anak yang ikut. Perlahan, kami menghitung dan ternyata jumlahnya PAS, 88n anak. Woilah, capek benar kami, dan ternyata benar. Hehehe. Ikut mendengarkan ceramah ka dita dan ka fitri, bernyanyi doa robithoh di alam, subhanallah sekali. Merasaka ukhuwah yang dahsyat di antara kami.
Kembali ke villa, menghitung adik-adiknya mandi, tersenyum kepada mereka, melayani mereka.. beginilah rasanya jadi seorang kakak kelas..
Acara selanjutnya ada sholat ashar lalu sharing alumni, lagi-lagi ka dita dan ka fitri yang mengisinya. Mengenai jilbab, adik-adiknya terlihat sangat antusias, kami sangat berharap ada perubahan pada diri adik-adik kami yang manis ini.. akhwat sholeha...
Maghrib menjelang. Saatnya makan malam, tempat favoritku dibalkon menghadap ke gunung, udara malam terasa menggeliltik kulitku. Aku menikmatinya bersama ukhti-ukhti lainnya.
Selanjutnya materi, kali ini Ust. Fauzan datang, ah ia membuat hati kami berdebar tidak karuan karena membuat kami menunggu kepastiannya menghadiri acara ini. Namun, subhanallah ia membawakan materi dengan dahsyatnya. Mengenai ghowzul fikri yang telah merajalela, ia menghadirkan video mengenai aborsi, sungguh aku menangis melihat bayi-bayi tak berdosa itu meninggal dengan bentuk tidak karuan, dan siapakah yang bertanggungjawab atas semua ini?
Disusul berbagai film mengenai siksa kubur dan terakhir, muhasabah.. muhasabah akan semua dosa kita, dosa kpd orangtua, teman, adik.. semua.. tiba-tiba teringat ummi dan abi dirumah, ingin segera pulang dan memeluk mereka erat..
Malam semakin malam, ustadz fauzan terbawa suasana dan menyelesaikan tugasnya hingga pukul 11 malam, sangat ngaret dari jadwal, memang tak sesuai namun setidaknya aku bersyukur kembali diingatkan akan dosa, lebih lagi adik-adikku terlihat begitu memaknai semua ini, mereka berpelukan. Ya, inilah ukhuwah baru diantara kalian adikku, selamat datang di 14, selamat menikmati indahnya islam disini..
Alhamdulillah evaluasi tidak begitu lama, kami tidur, sangat lelah. Apalagi yang outbond tadi, tetap semangat ukhti..
Lalu shibgotulail. Sudah terlalalu siang bila dikatakan shibghotulail namun, kami tetap melaksanakannya. Aku membawa adik mentor xf kecil, ada aini, pelangi, elin adek mentor ka intan, ku ajak ia memahami sebuah ayat, yang berisi perbuatan akan dibalas setimpal, dan Allah maha adil. Azan subuh berkumandang, aku menundukkan pandangan dan meminta mereka meresapi azannya, setelah itu aku bertanya apa pendapatmu mengenai azan ini? Dan mereka menjawab luar biasa, aku terharu sangat.. aku ingin menjadi murobbi..
Dan tiba-tiba aku terlelap di sebuah kamar, aku baru bangun saat matahari sudah terang.. saatnya APSI! Subhanallah, seru nian mendengarkan mereka menampilkan apsi mereka. Xb dengan rapnya, lucu.. dan kami panitia menampilkan nasyid robithoh dan alhamdulillahnya opick. Hihihiy, seruu. Ditambah kakak murobiyah, perpisahan terakhir mereka..
Packing, pulang.. dan ada insiden kecil yang membuat aku dimarahi miss is. Namun aku belajar.. belajar untuk lebih dewasa, belajar lapang dada, belajar memaafkan, belajar berhati besar, belajar semua.. hidup penuh belajar.. semangat, sukses..
Awal amanah ini.. semua berjalan tanpa terasa, ayo bangkitlah rohisku :)
Bu Erah tercinta~
semoga ketemu TA tahun depan
semakin baik lagi
salam manis buat akhwat-akhwat cantik semuanya :)
Thursday, December 22, 2011
Hari IBU
aku gak bikin puisi khusus hari ini,
atau hadiah kecil
atau kue tart untuk sekedar makan bersama,
tapi aku kasih ummi :
atau kue k
terkadang, semua hadiah itu terasa bullshit kalau cuma dikasih tanpa penghargaan apapun, sesaat kita ngasih hadiah tetapi sesaat lagi kita buat dia kesel, mnaka hari ini aku membuktikan bahwa yang terpenting adalah sikap, menjaga sikap ke ummi, bantu-bantu beres-beres rumah, cuci piring, masak,
cuma itu yang aku kasih hari ini,
maaf untuk ummi yang selalu sabar ngurus silmy,
selalu nerima silmy yang selalu pulang sore
selalu menyuruh makan sekalipun silmy sangat malas
selalu mau jadi tempat sampah silmy curhat walau silmy jarang dirumah
silmy ngerasa malu sama ummi,
karena ummi udah berikan yang terbaik..
makasih banyak untuk segalanya,
cuma doa dan kecup manis selalu yang bisa silmy beri
berusaha menjadi anak ummi yang manis
atau hadiah kecil
atau kue tart untuk sekedar makan bersama,
tapi aku kasih ummi :
atau kue k
terkadang, semua hadiah itu terasa bullshit kalau cuma dikasih tanpa penghargaan apapun, sesaat kita ngasih hadiah tetapi sesaat lagi kita buat dia kesel, mnaka hari ini aku membuktikan bahwa yang terpenting adalah sikap, menjaga sikap ke ummi, bantu-bantu beres-beres rumah, cuci piring, masak,
cuma itu yang aku kasih hari ini,
maaf untuk ummi yang selalu sabar ngurus silmy,
selalu nerima silmy yang selalu pulang sore
selalu menyuruh makan sekalipun silmy sangat malas
selalu mau jadi tempat sampah silmy curhat walau silmy jarang dirumah
silmy ngerasa malu sama ummi,
karena ummi udah berikan yang terbaik..
makasih banyak untuk segalanya,
cuma doa dan kecup manis selalu yang bisa silmy beri
berusaha menjadi anak ummi yang manis
Friday, December 9, 2011
Satu Minggu ini..
Assalamualaikum, ah banya banget yang aku lewati minggu ini, seakan lengkap.. Semuanya jadi satu..
Minggu ini aku uas. Satu minggu lamanya dan masuk siang :( minggu ini penuh kejutan dan percampurbauran rasa senang, sedih, tenang, gelisah danlain sebagainya, oalah lebay saja.
hari pertama aku seperti orang stress yang kebingungan dengan yang namanya matematika, entahlah sebenarnya aku cukup paham dengan materi-materi yang disampaikan bu mitha tapi pas melihat soal tahun lalu, aku paranoid. antara cemas,masa bodoh dan panik jadi satu, aku tetap mengerjakan sebisaku.
senin pagi pulalala, ka mia menguatkanku, meyakinkan bahwa manusia itu butuh proses untuk menghadapi setiap kenyataan yang terbentang luas di hidupnya, namun proses itu kitalah yang menentukan, ketika ada jundiyah kita yang mungkin tidak menyenangkan, coba pendekatan kembali dan inget kita kerja untuk Allah, jadi gausah dipikirin yang lain, kalau memang malah menghambat kerja kita. terus, maju mundurnya rohis ya tergantung kamu dan teman-teman kamu, dan ingat Allah akan meminta pertanggungjawaban mau apapun amanah itu..
jadi inget aku pernah buat kata-kata sendiri ketika aku lagi kecewa sama seseorang
dan sebagai pemimpin, aku ingin jundiyahku bisa mengerti dan menerimaku apa adanya..
kembali ke topik, masuk siang ngebuat aku dan daan alias Nidaan Khofiyyaa jadi deket dan agak freak sebelum berangkat sekolah, pagi-pagi kita belajar bareng, tidur malem bareng-bareng, bercanda dan aku ngerasa deket banget sama adek aku yang satu ini, love you so much da. apalagi udah tiap hari bersedia nganter sampe sekolah :)
hari rabu itu pelajarannya kimia, yaps aku cukup menyukai pelajaran ini, karena aku mengerti.. cukup optimis sama kimia tapi seusai mengerjakan, melihat kunci dan "jeger" banyak yang salah, Allah.. pengen banget teriak kenapa aku bisa banyak salahnya? tapi cukup mengoreksi diri karena judulnya aku tetep salah..
dan hari kamis puncaknya sebuah harapan akan pelajaran dari semua kisah, maghrib di NF bersama Nadhil, Tiara dan Sabiqa.. kita memiliki komitmen yang berjudul 4US "AMBISIUS,SERIUS,GENIUS,RELIGIUS"
entah kenapa ada sesuatu yang mulai menaikkan semangatku yang sempat jatuh, semua orang bisa berubah, life is always change
InsyaAllah kalau ditegakkan gakada yang gakmungkin untuk menjadi seorang dokter,
tapi yang jelas mau jadi apapun aku nanti aku punya mimpi untuk selalu bermanfaat untuk orang lain, semangat memperjuangkan masa depanmu sil!
curhat (lagi) adalah di hari terakhir, pelajaran biologi.. ketika aku belajar dengan suasana hati yang cukup menyenangkan paginya aku harus bertempur melawan macet yang mendera jalan raya pasar minggu, aku cuma dianter sampai jalan h.samali dan waktu sudah menunjukkan jam setengah 10, padahal aku sudah siap dari jam setengah 9. rasanya, ada yang hancur.. semua yang kupersiapkan dari malam hari harus berakhir di angkot dengan keadaan panik.
poin yang pertama yang dapat aku pelahari adalah berfikir dan bertindak cepat, aku yang gakpernah naik ojek seumur-umur akhirnya harus naik ojek demi tidak terlambat sampai di sekolah, keadaannnya mendesak, kata ummi jadi gapapa. tapi tetep menyesal, maafkan silmy ya Allah...
kedua, jangan menyalahkan oranglain. ketika keadaan sedang seperti itu yang mudah kita lakukan ya menyalahkan orang lain, "gara-gara dia aku kaya gini.." dan kalau sudah sepeti itu, kamu tau jatohnya kesel sendiri dan apa yang mau dilakuin lagi? terima aja dengan ikhlas, Allah sudah menjanjikan pahala kok bagi ornag yang bisa ikhlas menerima ujiannya.
ketiga, jangan mengandalkan orang lain. kata ummi, "kenapa gak siap-siap dari pagi?" ya, ini lagi-lagi salahku aku terima itu.
dan tiga poin diatas juga mewakili survey yang harusnya aku ikuti tadi pagi, mengandalkan orang lain untuk mengantar itu sangat berat.. tapi apa dayaku yang belum bisa membawa motor sendiri? tapi targetnya semester 2 aku insyaAllah udah bisa bawa motor sendiri. amiin.
terkahirnya,
yaps, hari jumat kemarin ada forum resmi yang mau tak mau meminta pertanggungjawabanku, dan andilku dalam menangani masalah. semua bergerak cepat, dan yang psduli itu tersaring menjadi orang-orang pilihan Allah.. aku harus belajar untuk semakin kuat! fight silmy!!!
terakhir lagi, cobalah menulis di liburan ini :)
minggu ini cukup panjang dan melelahkan tapi aku bahagia mendapat kesempatan hidup di minggu ini, terimakasih ya Allah...
with love,
silmy kaaffah
Minggu ini aku uas. Satu minggu lamanya dan masuk siang :( minggu ini penuh kejutan dan percampurbauran rasa senang, sedih, tenang, gelisah danlain sebagainya, oalah lebay saja.
hari pertama aku seperti orang stress yang kebingungan dengan yang namanya matematika, entahlah sebenarnya aku cukup paham dengan materi-materi yang disampaikan bu mitha tapi pas melihat soal tahun lalu, aku paranoid. antara cemas,masa bodoh dan panik jadi satu, aku tetap mengerjakan sebisaku.
senin pagi pulalala, ka mia menguatkanku, meyakinkan bahwa manusia itu butuh proses untuk menghadapi setiap kenyataan yang terbentang luas di hidupnya, namun proses itu kitalah yang menentukan, ketika ada jundiyah kita yang mungkin tidak menyenangkan, coba pendekatan kembali dan inget kita kerja untuk Allah, jadi gausah dipikirin yang lain, kalau memang malah menghambat kerja kita. terus, maju mundurnya rohis ya tergantung kamu dan teman-teman kamu, dan ingat Allah akan meminta pertanggungjawaban mau apapun amanah itu..
jadi inget aku pernah buat kata-kata sendiri ketika aku lagi kecewa sama seseorang
Aku ingin seperti seorang ibu yang bisa selalu memaafkan anaknya sesakit apapun itu..
dan sebagai pemimpin, aku ingin jundiyahku bisa mengerti dan menerimaku apa adanya..
kembali ke topik, masuk siang ngebuat aku dan daan alias Nidaan Khofiyyaa jadi deket dan agak freak sebelum berangkat sekolah, pagi-pagi kita belajar bareng, tidur malem bareng-bareng, bercanda dan aku ngerasa deket banget sama adek aku yang satu ini, love you so much da. apalagi udah tiap hari bersedia nganter sampe sekolah :)
hari rabu itu pelajarannya kimia, yaps aku cukup menyukai pelajaran ini, karena aku mengerti.. cukup optimis sama kimia tapi seusai mengerjakan, melihat kunci dan "jeger" banyak yang salah, Allah.. pengen banget teriak kenapa aku bisa banyak salahnya? tapi cukup mengoreksi diri karena judulnya aku tetep salah..
dan hari kamis puncaknya sebuah harapan akan pelajaran dari semua kisah, maghrib di NF bersama Nadhil, Tiara dan Sabiqa.. kita memiliki komitmen yang berjudul 4US "AMBISIUS,SERIUS,GENIUS,RELIGIUS"
entah kenapa ada sesuatu yang mulai menaikkan semangatku yang sempat jatuh, semua orang bisa berubah, life is always change
InsyaAllah kalau ditegakkan gakada yang gakmungkin untuk menjadi seorang dokter,
tapi yang jelas mau jadi apapun aku nanti aku punya mimpi untuk selalu bermanfaat untuk orang lain, semangat memperjuangkan masa depanmu sil!
curhat (lagi) adalah di hari terakhir, pelajaran biologi.. ketika aku belajar dengan suasana hati yang cukup menyenangkan paginya aku harus bertempur melawan macet yang mendera jalan raya pasar minggu, aku cuma dianter sampai jalan h.samali dan waktu sudah menunjukkan jam setengah 10, padahal aku sudah siap dari jam setengah 9. rasanya, ada yang hancur.. semua yang kupersiapkan dari malam hari harus berakhir di angkot dengan keadaan panik.
poin yang pertama yang dapat aku pelahari adalah berfikir dan bertindak cepat, aku yang gakpernah naik ojek seumur-umur akhirnya harus naik ojek demi tidak terlambat sampai di sekolah, keadaannnya mendesak, kata ummi jadi gapapa. tapi tetep menyesal, maafkan silmy ya Allah...
kedua, jangan menyalahkan oranglain. ketika keadaan sedang seperti itu yang mudah kita lakukan ya menyalahkan orang lain, "gara-gara dia aku kaya gini.." dan kalau sudah sepeti itu, kamu tau jatohnya kesel sendiri dan apa yang mau dilakuin lagi? terima aja dengan ikhlas, Allah sudah menjanjikan pahala kok bagi ornag yang bisa ikhlas menerima ujiannya.
ketiga, jangan mengandalkan orang lain. kata ummi, "kenapa gak siap-siap dari pagi?" ya, ini lagi-lagi salahku aku terima itu.
dan tiga poin diatas juga mewakili survey yang harusnya aku ikuti tadi pagi, mengandalkan orang lain untuk mengantar itu sangat berat.. tapi apa dayaku yang belum bisa membawa motor sendiri? tapi targetnya semester 2 aku insyaAllah udah bisa bawa motor sendiri. amiin.
terkahirnya,
setiap amannah akan dimintai pertanggungjawabannya
yaps, hari jumat kemarin ada forum resmi yang mau tak mau meminta pertanggungjawabanku, dan andilku dalam menangani masalah. semua bergerak cepat, dan yang psduli itu tersaring menjadi orang-orang pilihan Allah.. aku harus belajar untuk semakin kuat! fight silmy!!!
terakhir lagi, cobalah menulis di liburan ini :)
minggu ini cukup panjang dan melelahkan tapi aku bahagia mendapat kesempatan hidup di minggu ini, terimakasih ya Allah...
with love,
silmy kaaffah
Subscribe to:
Posts (Atom)













