Saturday, February 18, 2012

Quotes

Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup Dam. hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam dan lebih bersih. kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang berasal dari luar hati kita. hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. itu datang dari luar. saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. semua datang dari hati kau yang dangkal, hati kau ketika keruh berkepanjangan.

berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. mata air dalam hati itu kongkret, Dam. amat terlihat. mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tidak terkira. bahkan ketika musuh kau mendapat kesenangan, keberuntungan kau bisa senang atas kabar baiknya, ikut bahagia karena hati kau lapang dan dalam. sementara orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapat nasib baik dia akan segera iri hati dan gelisah. padaha apa susahnya ikut senang.

Itulah hakikat sejati kebahagiaan, Dam. ketika kau bisa membuat hati bagai danau daulah lam dengan sumber mata air sebening air mata. memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana dan apa adanya. kau harus bersungguh-sungguh dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih.

(Tere Liye-Ayahku (Bukan)Pembohong)


Sunday, February 12, 2012

Curhat di Twitter Berdampak Kognitif

Ghiboo.com - Jejaring sosial tak hanya sekedar tempat untuk mendapatkan teman baru di dunia maya. Ternyata, jejaring sosial juga menjadi wadah bagi seseorang untuk mengeluarkan semua unek-uneknya.

Menurut Irwan Hidayana, antropolog dari Universitas Indonesia, masyarakat, khususnya remaja, memerlukan ruang untuk mengekspresikan dirinya. Sayangnya, keterbatasan ruang ini menyebabkan mereka mengekspresikannya melalui jejaring sosial, seperti Twitter.

"Remaja tak bisa mengekspresikan bad mood-nya kepada orangtua mereka, bahkan anak-anak yang tidak tinggal serumah dengan orangtuanya, seperti anak kos. Mereka tak punya penyaluran ekspresinya, sehingga melampiaskanya kepada jejaring sosial," paparnya.

Irwan mencontohkan masyarakat kota yang memiliki mobilitas tinggi, artinya kini banyak orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, menyebabkan komunikasi anak dan orangtua terganggu.

Jejaring sosial dianggap menjadi cara terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan perhatian. "Saat seseorang ngetweet ekspresi bad mood di Twitter, mereka sebenarnya menginginkan adanya pertolongan dari orang lain mengenai apa yang mereka rasakan," tambah Psikolog Dr. Rose Mini A.P., M.Psi.

Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari mengekspresikan bad mood di Twitter justru bukanlah tindakan yang bijaksana. "Belum tentu tweet yang kita tulis akan di-reply dengan apa yang kita harapkan. Justru ujung-ujungnya malah tweetwar, tidak ada pertolongan dan menjadi lebih galau," jelas Rose Mini.

Lebih lanjut Rose Mini menjelaskan bahwa suasana hati seseorang akan berpengaruh pada kognitif. Sehingga perlu ditegaskan bahwa bad mood itu harus dilawan, seperti menguatkan pemikiran positif. "Orang bad mood tidak dapat bekerja secara optimal karena pemikirannya jelek terus, auranya tidak bagus. Energinya juga mudah habis, sehingga merasa lebih mudah lelah," ungkapnya.

"Kalau sedang bad mood memang banyak orang mencari Twitter dan diary. Mencurahkan unek-unek memang membuat perasaan lebih lega, sayangnya tidak pada respons yang diharapkan. Alihkan dengan menyalurkan pada kegiatan yang menyenangkan bagi kita, seperti hobi." tungkasnya.

source: http://id.she.yahoo.com/curhat-di-twitter-berdampak-pada-kognitif-153420270.html

gatau kenapa, jadi lebih hati-hati aja pake twitter

Wednesday, February 8, 2012

Sederhana dan Positif

aku sedang belajar bahwa hidup ini sederhana..

sangat, ya meski cobaan dari Allah seakan tak pernah berhenti mengelilingi kita. bertubi-tubi, lagi-lagi masalah itu kembali lagi menjadikan kita begitu lelah. belum lagi tuntutan dari berbagai pihak yang mengingkan kita selalu sempurna, profesional. dan kita disibukkan dengan tugas utama kita, BELAJAR.

ah, rasanya kepala ini mau pecah.
bisa saja ungkapan ini terlontar "Hey, aku masih 16 tahun tapi kenapa semua kok membebankan ini padaku? apa dosaku? kenapa begini? kenapa? aku ingin menjadi layaknya anak SMA yang normal. bisa pulang dan istirahat di rumah. kenapa aku memilih ini?"
ujung-ujungnya kita hanya bisa menyesal, yah memang sudah terlanjur yasudah jalani saja apa adanya.

bukan, bukan begitu seseorang harus memandang kehidupan. bukan berkeluh kesah, bukan pula meratapi apa yang ada.
coba, lihat dari sisi positifnya dimana kita selalu mendapat kemudahan, dari nilai ulangan yang meski tidak terlalu bagus namun tidak remed, dari sisi teman kita yang masih setia tersenyum dan memberikan tangannya, dari sisi kelelahan ini begitu nikmat kita bisa beristirahat meski hanya 5 menit.

bayangkan jika kita selalu memandang setiap detik kejadian yang kita lalui secara ikhlas, secara baiknya.

kemarin baru saja aku merasakannya,
aku tidak bisa membawa motor sendiri terkadang lelah harus berdesakkan di bus yang sungguh panas itu, namun disisi lain aku dapat menikmati perjalan pulangku secara sesungguhnya, melihat realitas kehidupan dari sisi lain, sisi supir dan kenek bus, sisi para wanita pekerja, sisi pengamen dan pengemis, sisi hiruk pikuk kehidupan di mall kalibata, sisi macetnya di makam pahlawan.
di bus pula aku bisa meneruskan tilawahku, memandang langit secara ikhlas, Allah.. indah benar langit sore ini.. dan tidak ada lagi sisa kelelahan mengotori hati, indah bukan?

selain itu waktu itu aku oral biologi tentang pencernaan. aku bangun malam untuk menghafal setiap bagian enzim yang ada di lambung, pankreas dan usus. banyak sekali, namun saat maju tiba-tiba hafalan enzimku hilang seketika, untuk menyebutkan entrokinase otakku berputar namun tak menemukannya.
kala itu ada rasa sedih dan sesal di hati, kenapa pula hal penting itu bisa terlupa di saat yang demikian genting?
tapi tiba-tiba hati kecilku berbisik "PIKIRKAN POSITIFNYA SIL!" bayangkan Allah masih pemurah melancarkan oralmu dari awal hanya enzim saja yang terlupa, bila Allah berkehndak semua isi otakku bisa saja ia ambil seketika, oleh karena itu aku masih bisa mengucap syukur "Terimakasih ya Allah, silmy bisa oral hari ini.."

tidak semua masalah dihadapi dengan berbagai prasangka, terkadang semua malah menyakiti hati, diri sendiri maupun orang lain.

maka pandanglah hidup ini secara sederhana, tak perlu sesuatu yang begitu besar, cukup kecil namun mengena di hati.
cukup satu kata, namun bisa berpengaruh besar dalam diri.

hari ini,
aku akan mencoba terus tersenyum melihat dan mempelajari hidup ini..

8 ferbrari 2012

atas nama sederhana,
silmykaaffah

Wednesday, February 1, 2012

Pusi Singkat

Aku terperangkap dalam bisu
tubuhku pias, tak bergerak
nadiku beku

jalan ini sungguh jalan berbatu
aku menunggu sampai batas waktu

fatamorgana menari-nari di pelupuk mata
ya, diriku..
takdir, menunggu

"Afala tadabbarunal Qur'an...?"
Maka, tidakkah kau memperhatikan Al-Qur'an?

tibalah suratan itu
suratan cinta Sang Khalik
suratan kasih sayangMu
suratan pegangan perjalanan

dan ayatMu menjawab alasanku disini
dengan cinta abadi dariMu

kalamMu menggores begitu dalam
membuka kabut yang selama ini menghadang

Allah, siapakah aku?
selama ini...

Allah izinkan aku kembali
kembali mencintaiMu secara sederhana

dalam balutan zikirku
dalam jelmaan sholat lailku
dalam kehangatan suci bersua denganMu

angin mengalun lembut menyentuh kulit tipis ini
mata hati, jiwa
terbuka menatap..

Allah, aku kembali

silmykaaffah
21jan12

-untuk lomba puisi di SMA 12
temanya Mahabbah, gatau kenapa bisa buat puisi kaya gini jadi dalam waktu 20 menit hihihi
sekalipun gak menang senang bisa ketemu anak 12 lainnya :)

dan,,, Alhamdulillah nasyidnya menang juara 3, selamat kepada grup nasyid
"ANANDA" -Alunan Nasyid Dadakan
- Anggraini Miftahul Rizky
- Clarissa Mira Fraditya
- Nadya Nur Kusumo
- Kak Ulfah Shofi
- Kak Soffa Luthfiyah

Alhamdulillah ya Allah..

Tuesday, January 24, 2012

Tak Selamanya Emosi Digunakan

21 januari
Siang itu aku sedang mengikuti lomba di SMAN 12, tempatnya cukup asri, sekolah yang cukup nyaman menurutku. Gedunngnya berbentuk U ditengahnya ada taman kecil, ada ruang penyambut tamu. Banyak anak-anak lain bermain basket, ekstrakulikuler.. seperti layaknya sekolah biasa. Namun ada sesuatu disana yang tidak aku dapatkan selama di 14, ya lingkungan Rohisnya..

Aku dibawa masuk ke laboratorium kimia, disana aku membuat sebuah puisi, pesertanya ada sekitar 15 orang, ah.. aku hanya ingin membuat yang terbaik..

Lalu masuk ke ruang PKN dan membacakan puisi..

Ah, seharusnya berkali-kali lipat aku bersyukur.. saat itu kami para akhwat berhijab panjang lewat.. dan sungguh nanar, apa yang mereka katakan? “Eh, NII!” ujar mereka seenaknya..

Dadaku sesak, ingin sekali rasanya menghantam mereka, meluruskan kata-kata mereka,”Kami bukan NII, kami hanya seorang hamba yang ingin mendapat ridho Tuhannya..”

Tapi aku sadar pun aku membalas mereka tak akan ada gunanya justru akan menimbulkan permusuhan, jadi aku hanya diam.. Allah maaf karena aku belum bisa mengubah itu dengan tanganku, aku baru bisa beristighfar dalam hati..

Biarlah, biarlah mereka begitu
Terserah, terserah mereka mauberkata apa
Tetaplah, itiqomahlah, ini jalanku dan itu jalanmu, kita berjalan bersama
Sungguh, harusnya mereka yang kita dakwahi,
Bukan hanya merasa panas lalu berkelahi
Karena Rasulpun berkata bahwa jalan ini bukan jalan bagi orang sembarangan..
Jalan ini tak pernah selalu dilalui dengan senyum
Karena jalan ini memang perlu perjuangan,

Ya, aku hanya berusaha menjadi hamba yang taat pada Tuhannya
Seraya mengajak, membuat mereka merasakan apa yang kami rasakan..
Berilah kesempatan
Berilah cadangan beribu-ribu kesabaran,
Sebagai tanda bahwa kami ada dijalanMu,
Allah..

Terimakasih karena Engkau telah memberikan hadiah terindah untukku ya Allah, sekolah dengan segala kelebihannya, sekolah yang bisa menerima dakwah kami meski masih banyak yang perlu dibenahi, sekolah yang menjadi cikal bakal perjuangan kami, izinkan kami untuk tetap berjuang disini, Allah.. hanya untukMu..

kali ini tinggal menunggu pengunmuman, yaps doakan yah :)
ini ceritaku, apa ceritamu?

Tuesday, January 17, 2012

Rahmat-Nya

Dari asma sembilan puluh sembilan
Kenapa dipilih pengasih dan penyayang?
Untuk diucapkan dan dijadikan pijakan
Bagi setiap langkah perbuatan

Serasa dibuai diayun-ayun
Menjadi hamba sang Maha Agung
Lahir ke dunia bermain cinta
Berlomba memasuki bilik sang 'azza wa jalla

Pengasih penyayang inti hakikat Allah kita
Rezeki alam semesta dibukakan rahim-Nya
Dialah sahabat yang stia tiada tara
Kalau kita menangis diusapnya air mata

Sifat sembilan puluh sembilan
Memusat pada kasih dan sayang
Janji kerinduanNya terpapar betapa indahnya
Di mizan keseimbangan antara sembahyang dan kerja
(Pengasih Penyangang, Emha Ainun Nadjib)

Saturday, January 14, 2012

Tiga Bulan Disini

aku termenung haru..
ingat sekali kata-kata pertama kakak itu meyakinkanku, "Amanah tidak akan pernah salah memilih.."

dan aku begitu yakin dan bertekad untuk semuanya..

namun amanah ini telah berjalan begitu cepat, 3.5 bulan
"Dakwah ini berat bagi mereka yang suka mengeluh dan banyak alasan.
dakwah ini mengecewakan bagi mereka yang selalu menuntut
dakwah ini memberatkan begi mereka yang tidak mau berkorban
dakwah ini membosankan bagi mereka yang tidak mengiringinya dengan keteladanan.."

inilah dakwah yang baru aku tapaki beberapa langkah,
namun rasanya berat.. sangat..
mengajak kepada kebaikan itu tidak semudah kita mengajak kepada kemungkaran

aku mendekapnya erat,
aku ingin nafas ini, jiwa ini, darah ini menjadikan dakwah sebagai salah satu bagiannya

rasa lelah ini,
belum sebanding dengan perjuangan
Hasan Al-Banna yang sejak smp sudah berdakwah ke kafe-kafe
Zainab Al-Ghazali yang dimasukkan kepenjara
Syekh Ahmad Yasin yang begitu yahudi takutkan hingga membunuhnya saja perlu sebuah bom

belum juga setara dengan
perjuangan bapak/ibu kami yang dahulu sembunyi-sembunyi memakai jilbab
membuat liqo-liqo kecil
dan di tangkapi pemerintah..

belum pula melengkapi
perjuangan kakak-kakak di 14, yang dulu memakai jilbab dan harus rela dihukum,
membuat rohis ini menjadi sebuah bidang.. ini adalah anugerah yang luar biasa,
bisa menamakan makna islam kepada siswa dengan mudah..
namun kini, saat tombak itu berasa di tangan kami
kami seaakan terlena dengan segala fasilitas yang ada,
perpustakaan masjid, dana yang sangat besar dari komite, mentoring yang wajib

semua ini bukan perjuangan kami
namun kamilah yang memetik hasilnya kini

ah, kasihan benar kakak-kakak yang dulu telah membesarkan 14
tapi kami belum bisa menjadi seperti yang kakak-kakak harapkan

kami kecil, malu akan amanah ini..
tapi Allah tak pernanh menolak penyesalan
biarpun berkali-kali kesalahan terjadi
Allah selalu dekat, bersama hambaNya

maka aku akan angkat wajahku kembali,
14 menunggu sebuah perubahan dari kami

bersama, ya
bersama

berdakwah disini....