Friday, March 16, 2012

Bicara Tentang Hati

Something Behind the Heart,
yaps kenapa aku ngubah nama blog aku jadi ini? ngga lain dan ngga bukan karena aku lagi merasakan yang namanya kekuatan sebuah hati.
hati, hati adalah sesuatu yang tidak akan pernah terlihat oleh mata, tapi dapat dirasakan jauh, jauh lebih dalam, jauh lebih tenteram, jauh lebih kuat.
Perasaan muncul dari dalam hati.
Ketenangan jiwa merasuk lebih dalam karena adanya hati
Pikiran dan filosofipun berjalan dengan hati
hati, merupakan bagian penting dalam kehidupan
tanpa hati apalah rasanya hidup ini?
ngga bakal ada pahit, manis, asam, pahit

sebuah hati bisa menjadi sangat baik, jika dalam mengelolanya kita menjadikannya baik, tidak sama sekali memberikan kesempatan pada hati kita untuk menyimpan iri, dendam dan ketidaksukaan kepada seseorang. maka hati akan berjalan seiring apa yang telah dijanjikannya, jika kita terus menerus menyucikan hati kita, memperbaharui stiap kebutuhannya, membersihkan dari tiap sisa kotoran-kotoran yang menempel, maka ia akan tetap bersih dan suci.

ia akan membukakan jalan kehidupan yang sungguh adil dan dapat membuat kita menerima dengan ikhlas akan apa-apa yang telah Allah takdirkan. meski kehilangan yang begitu berat, meski kenyataan tak sesuai harapan, hatilah yang berperan besar bagaimana sikap kita kedepannya.
"Biarlah cobaan-cobaan itu menerpa tidak berhenti, namun hatiku akan selalu terpaut kepadaNya, akan tetap bisa menerima dan ikhlas""

maka, begitulah pentingnya hati. namun bisakah kita bertahan hanya mengandalkan hati? tentu tidak semudah itu, di tiap milyar getaran yang menjalar di tubuh ada yang mengaturnya, begitu besar dan berkuasa. itulah saat yang harus kita memahami dan menyadari semua adalah karunia Allah, begitu besar ruanh hati kita yang disediakan Allah untuk tetap menjagaNya di tiap denyut nadi kehidupan.

dan itulah hati bagiku
buatlah hatimu sebening mata air yang bening dan terus mengalir..
dalam balutan cinta kasih hanya kepada Allah
:)
jumat, 16 maret 2012
22:17

Aku di Persimpangan


Oleh : Silmy Kaaffah

Potongan-potongan kecil kisah terajut mesra
Alunan syahdu nan menawan merasuki jiwa
Tetes-tetes peluh dalam jiwa yang terserak
Menampilkan bias-bias kerinduan

Masa-masa dimana kepercayaan menjadi suatu galian diri
Dimana ukhuwah ini menyatu dalam balutan cinta
Ketika Allah menjadi niat abadi sepanjang nafas
Dalam tiap goresan denyut nadi yang menyala

Aku berdiri,
Menatap jutaan mata
Secercah cahaya menyemburat lalu kembali pergi
Dan aku sendiri diantara puing-puing yang terpecah

Aku berjalan,
Di malam yang harusnya hening
Namun suara igauan itu menjerit hampa
Tertawaan itu menyemburatkan makna
Bahwa hidup penuh canda tawa

Aku terus melangkah,
Di surau kecil ku dengar lantunan suci menyejukkan jiwa
Membantu menempa
Tiap pencarian yang tak kunjung tiba
Namun ia sendiri, tidak peduli

Dua langkah terjalani
Pertanyaan-pertanyaan besar mencuat bebas
Di sisi jalan aku melihat gelimangan kehampaan
Dan di sisi sebelahnya ada keinsyafan hati
Tapi mereka sendiri,
Sibuk sendiri
Menyendiri

Aku dipersimpangan jalan
Kami semua muslim
Kami semua kenal denga Muhammad
Dengan malaikat
Juga dengan Allah yang maha lekat
Namun kami tetap sendiri,
Menyeruak sendiri tidak berarti

Anganku sampai dilangit,
Andai semua mengerti
Bahwa makin kesini Bumi ini makin menjadi-jadi
Siapalah aku, siapa dia..
Biarlah menjadi satu dalam setitik doa
Biarlah memiliki harapan seluas laut
Biarlah saling menggenggam erat
Dalam balutan ukhuwah yang terjaga

Tengoklah jalan seberang..
Lihatlah,
Tataplah mereka
Yang dari dalam lubuk hatipun ingin ikut terbawa,
Namun terjebak dalam keleluasaan diri
Dan perangkap hati

Berikan tanganmu,
Berikan senyummu,
Berikan jiwamu,
Untuk menjadi satu..

Muslim yang kaaffah

16-Maret-2012
22:00

Sunday, March 11, 2012

Sepotong Kisah, Twiter Intern

Assalamualaikum,
well I say Alhamdulillahirobbil 'alamin karena kemarin acara TWITER (Together We Share with Islamic Festival of R-14) Intern sudah berlangsung cukup baik. tanggapan dari para peserta seneng dengan acaranya, partisipasinya juga cukuplah.. meskipun gak semua ikut hadir aku sudah sangat mengucap syukur kepada Allah, karena kalau bukan karena Dia gak bakalan ada acara seperti ini..

holala, sebenernya dari kemarin pengen postingin tulisan ini cuma karena udah teler banget yasudah baru sekarang,
karena pengalaman tulisan di notebook yang sempet hilang jadi aku ngikutin saran dari elsa hudiana untuk ngeblog aja, dan ini ceritaku

pagi-pagi aku bangun, tahajjud, sholat shubuh dan sempet murojaah Asy-Syams-An-Nas, semalem gak sempet murojaah untuk persiapan lomba MHQ, dan puisipun aku belum latihan samasekali, lagi nak-enaknya murojaah, jam sudah menunjukkan pukul 6.. ya Allah gimana ini, buru-buru nyiapin barang yang kudu mesti dibawa, dan ada suatu tragedi dimana sebenarnya ini hal yang gakpenting cuma jadi ribet karena kurang prepare, jadi memori card buat handycamnya itu rusak dan ketika aku cari di lemari entah dimana, muter-muter keliling rumah ngga ada sama sekali. ditambah waktu terus berjalan jadi bikin tegang aja, teringat ada seorang ikhwan yang punya memori card waktu TA dulu, di sms gak dijawab, makin tegang, alhasil nelpon abi nanya, "bi memori cardnya dimana?" abi yang lagi liqo pulang dan baru dikasih deh, udah jam 6.40 ya Allah ini gimana telat banget, ummi juga nyuruh bawa makanan dulu, dan sukses aku terengah-engah di pagi hari, ini mungkin yang namanya bad mood. ngga dong harus semangat!
peristiwa barusan mengajariku satu hal, bahwa hal-hal yang seharusnya kecil harus lebih diperhatikan meskipun kelihatannya remeh, dan harusnya menjelang acara, kita ngga lagi ngurusin hal yang remeh temeh seperti itu. yups, semoga lebih baik lagi kedepannya:)

dianter sama nida sampai makam pahlawan, itu pukul 06.51, naik angkot sampai sekolah jam 7.15, yayaya sangat telat, maaf bukan aku sengaja tapi mengurus sesuatu yang penting untuk dokumentasi..

dan aku ngerasa jadi pj dokumentasi, itu lucu rasanya kita muter-muter nyari gambar yang bagus untuk dijepret dan peristiwa-peristiwa untuk diambil videonya. mulai dari registrasi, jepret sana sini, alunan nasyid menggema, menjadikan tastenya mantap, islamic festival..
acara mungkin agak ngaret karena somtehingwrong tapi gak mengurangi apapun, bersyukur ketika pembukaan di lapangan para peserta cukup banyak, berasa kaya pas TA, Subhanalllah banget. tapiiii, dokumemntasi ikhwan entah dimana, gak lucu ketika aku harus maju memoto pak dedi, pak martadi,

lomba dimulai, aku registrasi ulang ke puisi dan MHQ, dan puisi aku dapet nomor urut 14, sementara di MHQ nomor urut 5. aku memilih menunggu di MHQ, tapi menut demi menit berjalan juri MHQ belum datang yasudah aku ke puisi ngga lama aku dateng dipanggil buat maju, bismillah.. berikan yang terbaik.
lalu ke MHQ, degdegan juga ketika kita maju dan ngebaca hafalan kita, ka hani yang jadi juri juga bikin tambah tegang. aku dapet surat Al-Humazah dan At-Takatsur. aku lupa Alhumazah malah dibaca AlZalzalah dari dulu memang serig tertukar dua surat itu. dan ketika nyambung ayat, aku salah di akhir ayat al-bayyinah, ya Allah ini karena kurangnya aku murojaah, lalu bagaimana nasib juz 29 dan 28ku?
ayo perbaiki hafalanmu sil!

selesai aku bergegas mengambil video lomba-lomba, kaligrafi, cerdas cermat, menghias kue, MTQ yayaya, Alhamdulillah ada Intan dan Chaca yang membantu

menhgias kue lucu, mereka berlomba-lomba mempresentasikan kue buatannya dengan ayat dan ibarat kehidupan yang berwarna-warni.

sampai tiba zuhur, sesaat setelah kita para panitia makan kue buatan peserta hehe, beres-beres sebentar lalu sholat. kebetulan hari ini juga ada donor darah dari alumni, eh ada om eko temennya pakde yugo, aku bawain kue dan kenalan deh sama alumni 14 yang lalu lalu.

saat sholat zuhur ada rasa yang sulit digambarkan, Alhamdulillah acara ini benar-benar terlaksana meski banyak pahitnya, meski aku harus punya kekuatan, meski aku kesakitan ini harus aku telan sendiri namun aku ikhlas insyaAllah.. sekalipun aku hanya berperan sebagai dokumentasi, aku yakin yang Allah liat bukan sebagai apa kita disitu tapi sebesar apa kontribusi kita, tiap langkahnya jika kita benar-benar mengharap ridho Allah ya seperti itulah..
sebagaimana hadits arbain nomro satu, Innamal amalu binniat, sesungguhnya setiap amal bergantung kepada niatnya, biar saja kita berjalan sesuai koridor yang Allah tetapkan untuk kita, biar saja begini, namun yang perlu digaris baawahi bahwa rohis bukan sekedar proker tapi harus mementingkan produk ruhiyah dari para pelaksananya

lanjutnya ada nasyid, kreasi kerudung dan lanjutan cerdas cermat.. lucu-lucu dan merdu-merdu akhwat-akhwat ini, Allah aku menyayangi seluruh akhwat 14, tanpa terkecuali. saat aku berbincang-bincang, tersenyum, bercanda.. inilah namanya indah, indah karena ukhwah,

sampai asharpun begitu sejenak beristirahat dan berbincang dengan ka soffa, banyak sekali yang dapat aku pelajari, hingga cerdas cermat selesai, kita beres-beres dan saling mendukung..

malam hari tiba, dapat makan, nassi+bumbu rendang+teri kacang+tempe, nikmat sekali.. ini pembuktian bahwa lauk terenak di dunia adalah lapar, hihiihihihihi

menjelang isya, kami pulang. lelahnya terbayar sudah dnegan nasi bumbu rendang, indahnya ukhuwah ini ya Allah, apalagi bila bisa saling menjaga, menjaga agar tidak ada yang terakiti, semua berjalan atas izinMu, maka izinkan aku untuk tetao bertahan dan mendampingi saudari-saudariku ya Allah..

selanjutnya TWITER ekstern, 100 sekolah menunggu insyaAllah :))

salam hangat dari yang terhangat
dari bendungan rasa
dari guratan makna
dan dari rona warna kehidupan

"bersihkan hatimu agar sebening air mata.."

Silmy Kaaffah

Friday, March 9, 2012

Cintailah seuatu sewajarnya

Cintailah sesuatu sewajarnya, kata Rasulullah. Karena mungkin suatu ketika ia akan menjadi sesuatu yang kau benci. Dan sederhanalah dalam membenci, karena mungkin suatu saat ia akan menjadi sesuatu yang kau cinta.

Lalu, Bagaimana Kalau Saya Jatuh Cinta…?

Duhai ukhti, maukah kau kuberitahukan padamu
Bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah kubisikkan padamu bagaimana mencintai dengan syahdu?

Maka dengarlah…

Ukhti, saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan..
Takkan pernah ku menggoreskan..
Yang kulakukan hanyalah diam..

Ukhti, kita tidak pernah tahu
dan tak akan pernah tahu hingga saatnya tiba..
Maka kuingatkan padamu, tidakkah kau malu
jika semua rasa telah kau umbar..
Namun ternyata bukan kau yang dia pilih untuk mendampingi hidupnya?

Ukhti..
Karena cinta kita begitu agung untuk diumbar..
Begitu mulia untuk ditampakkan..
Begitu sakral untuk ditumpahkan..

Duhai ukhti, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan
Yah, kesetiaan pada-Nya yang telah tuliskan namamu
dan namanya di lauhful mahfudz..
Jauh sebelum bumi dan langit tercipta

Maka cintailah dalam hening
Agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah ALLAH dan kau yang tahu segala rasamu
Agar kesuciannya tetap terjaga
Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka kuberitahukan padamu, pegang kendali hatimu
Jangan kau lepaskan..
Acuhkan semua godaan yang menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan,
bukan untuk kau musnahkan
namun cinta hanya butuh kau kendalikan,
hanya cukup kau arahkan

Ukhti, yang kau butuhkan hanya waktu, sabar, dan percaya..
Maka peganglah kendali hatimu
Lalu arahkan pada-Nya..
Dan cintailah dalam diam..Dalam hening
Karena itu jauh lebih indah

Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi,
titipkanlah..
Titipkanlah pada ALLAH Ta’ala..
Sebab hanya ALLAH Ta’ala Yang Maha Menjaga..
Dikala kau dan dia saling berjauhan..
dikala kau dan dia saling memendam rindu,
ingin bertemu..
ALLAH menjaga dengan menenangkan hatimu
Melalui dzikir dan tadabbur..

Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi,
adalah milik-Nya..

“Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana untuk memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji memberikan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.”

-Dewi Nur Aisyah, SKM-
Dalam : Kajian Cinta Bersama (Cinta Fitri Edisi 1st Love), 151010



tidak ada hari yang spesial hanya untuk cinta, karena kamu mencintai yang dicintai oleh yang TERCINTA dan kamu meninggalkan yang tidak dicintai oleh yang TERCINTA. kamu tahu bahwa yang TERCINTA mencintaimu bahkan di setiap detik nafas. tak perlu waktu spesial untuk mngungkapkannya.

source:
http://ika-septyarini.blogspot.com/2011/07/cintailah-sesuatu-sewajarnya.html

Saturday, March 3, 2012

Menjadi Pemimpin


"Cobaan itu ditampakkan kepada hati layaknya tikar, sepotong demi sepotong. mana hati yang paling banyak masuk ke dalamnya secara utuh, maka disitu akan diberi satu titik hitam"

itulah maknanya hati, jika ia terus dikotori maka akan terus seperti itu apalagi tidak ada usaha untuk memperbaikinya.

dan sepotong kata yang cukup memberikan nuansa berbeda saat saya membacanya
"Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan dan hal ini akan menjadi penyesalan di hari kiamat. maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir,"

sebagai pemimpin ada amanah, tanggungjawab besar atas apa-apa yang dipimpinnya.
setiap orang adalah pemimpin baik dalam jangka kecil maupun sangat besar. minimal seorang memimpin dirinya sendiri. dan dimulai dari diri sendiri itulah seseorang dapat mencakup lebih luas lagi yang dipimpinnya. apabila dalam memimpin dirinya sendiri ia sudah mampu menanggalkan nafsunya, keburukannya maka otomatis perlahan ia bisa menjadi pemimpin bagi orang lain.

berat, tidak mudah namun pada kenyataannya banyak orang-orang yang bersedia menjadi pemimpin, berlomba-lomba mendapatkan kekuasaan. jika dilihat dari sisi fasilitas di Indonesia sendiri pemimpin menjadi ladang mencari kekuasaan, mencari kenyamanan hingga meski banyak permasalahan masih bisa ia duduk nyaman di sofa yang empuk. entah apa sisis di belakangnya, sisi amanah itu terfikirkan oleh mereka? entah..

harusnya, ketika kita sudah ditunjuk sebagai pemimpin apapun, saya memiliki prinsip jika ada sesuatu harus pemimpinlah yang paling lelah, paling banyak kerjanya, paling rendah hati dan paling anti menampakkan kelemahannya. pemimpin adalah sesosok yang kuat, yang bisa mengayomi anak-anaknya bukan justru malah selalu meminta pengertian.

sadar benar setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda untuk menjadi pemimpin. kelebihan orang-orangpun berbeda-beda ada yang memiliki kelebihan bisa menyulap rakyat yang dipimpinnya dengan orasinya, namun adapula pemimpin yang lemah lembut namun amat perhatian. ya, tiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam memimpin namun tak lantas kekurangannya dijadikan ia untuk lari, untuk lari dari amanahnya. memang sulit untuk menyampingkan egoisme, mengilangkan sifat-sifat buruk yang ada.

dan menjadi pemimpin merupakan salah satu dakwah, bagaimana pemimpin menjadi teladan bagi anak-anaknya, mencontohkan hal yang baik, tidak keras, bijaksana, berjalan dengan penuh rasa khusu' dan menghadapi cobaan bersama.

alangkah indahnya bila kita memiliki pemimpin seperti itu, dan alangkah baiknya bila kita belajar menjadi pemimpin seperti itu, wallahu'alam.



Saturday, February 25, 2012

Kubangan Duka

Bayangan, terbang,
Menjauh, berdentang,
Diam membatu

Ya, selintas begitulah..
Walau membidik dalam
Mereka berdiri di garis depan
Menunaikan janji-janji

Saat ayahnya tak lagi berada di sisi
Saat ibunya jadi janda mandiri

Pasti, mereka hidup dalam kesesakan yang tiada bertepi
Menuai segala perbuatan iblis jahanam itu

Wajah-wajah polos itu merinding,
Ketakutan..
Tank-tank besar itu menghadang tiap langkahnya
Melindas, meratakan harga diri

Duhai Allah Sang Pemilik Bumi
Lihat bagaimana yahudi itu membinasakan kaum itu
Melibas siapapun yang mendekat
Tak pandang walau Cuma bocah kecil

Duhai Ummi, anak-anakmu disini mencarimu
Namun tak dapat menemukan suara kasihmu
Duhai Abi, anakmu ini sudah berdiri
Bersiap menghadang, melawan dan membela
Namun dimanakah dirimu Abi?
Yang akan mengajariku membawa senjata itu?

Ribuan manusia telah menjemput syahidnya
Ratusan wanita ikut menerjang melawan
Biar seluruh dunia menghadang

Mereka akan tetap berdiri
Dengan keyakinan teguh di hati

Meski tiada lagi yang dapat ia tunjukkan
Tak ada rumah megah tempatnya berlindung
Tak ada teknologi canggih yang tak berujung
Tak ada tempat belajar berkelas
Tidak ada lagi kesemuan itu

Yang tersisa hanyalah sebongkah rasa rindu..
Rindu kepada Rabb-Nya
Rindu kebangkitan Islam
Rindu akan kedamaian

Inilah jalan mereka..
Takkan goyah walau sejenak
Cintanya kepada Illahi teramat sangat,
Meski Tuhannya memberikan cobaan yang begitu berat

Sampai nanti, wajah-wajah itu menjadi syahid
Kekasih Allah yang hakiki

Allah, ku titip salam lewat air mata
Lewat pemboikotan barang yahudi
Lewat menyiarkan kenyataan..
Dan rindu akan perjuangan

Entah hingga kapan,
Tik.. tik.. tik..
Waktu bergulir
Tidak akan pernah berhenti

goresan pena, silmy kaaffah


nah kalau ini puisi untuk lomba di 39.. you must know aku bikin ini kemarin sampai jam setengah 12 malem, dan latihan kaya orang gila, dalam kurun waktu 5 bulan aku ikut 3 lomba puisi dan, Alhamdulillahnya, kali ini aku menang juara 3, not bad.. bersyukur banget malah karena awalnya udah pesimis banget, mana campur sama ikhwan lagi jadi apa aku? yang aku tanamnkan hanya, baca puisi, berikan yang terbaik.. aku mencoba ikhlas, berusaha..
dan Alhamdulillah di 39 kami mendapat 4 piala,
Juara I MTQ atas nama Kaisya Azzahra
Juara I kreasi kerudung atas nama Anggraini Miftahul Rizky, Intan Purnamawati dan Nirwana Sari
Juara II lomba cedas cermat ikhwan (entah siapa aja)
dan Juara III lomba puisi atas nama Silmy Kaaffah

syukurku tak terhingga, ingin segera sujud dan merasa inilah suatu kasih sayang Allah yang tidak terbatas ini.

dan setelah itu lasgar,
hari ini full bareng ica sang ketua JS.. bolak-balik jualan, melakukan suatu hal.. meski bukan panitia tapi sungguh aku sayang kalian 44:)

semangat twitternya, scooternya :D

25 Februari 2012



Wednesday, February 22, 2012

Semangat Lagi Ukhtiku..

assalamualaikum,
sehabis liqo rutin rabu 22 februari 2012

aku bersyukur, sangat bersyukur punya kalian..
kalian yang sangat beragam, lucu

kadang rasa kecewa, sedih, pasrah membayangi tiap langkahku. saat satu sama lain tidak mengerti, saat kesensitifan kalian sangat tinggi, saat tak ada yang mau mengalah, saat kalian merasa sendiri tidak ada yang peduli, saat semua jenuh.. jenuh dengan keadaan, saat ikhwan terasa sangat menyebalkan, saat kita marah-marah di syuro, saat kita kesal bersama, saat semua masalah kita selesaikan perlahan, bersama... dan saat-saat indah lainnya.

kadang terasa sangat menyakitkan dan lelah.. tapi ketahuilah saat-saat seperti itulah yang mungkin tak akan kita temui lagi seumur hidup. kita sharing bersama,

rohis, ya rohis memang tempat kita berdakwah, tempat amar ma'ruf nahi munkar, tapi dibalik itu masih ada kita yang kadang terlalu kekanak-kanakan, terlalu egois dengan keadaan. masih ada kita yang selalu yang tak pernah mau disalahkan.. itulah kita, belajar, proses itu semua yang sudah kita lalui sekian lama ini

4,5 bulan.. tidak terasa sungguh.. masih teringat saat bai'at, keyakinan di dalam hati ini untuk berbuat semaksimal mungkin, ingin memberikan perubahan di 14. namun masih begini, masih saja banyak masalah yang bermunculan. harus ku akui masih banyak yang perlu dibenahi. seharusnya kita berbuat bagi seluruh masyarakat 14. berbuat lebih, mungkin belum sedikitpun yang terasa sampai hari ini. namun belum terlambat, tidak. tidak perlu di sesali berlarut apa yang telah terjadi, biar itu menjadi pelajaran yang berarti tanpa penjabaran yang teliti. biar saja pelajaran itu membekas dan menyadarkan kita akan satu hal, 14 butuh kita.. butuh untuk menjadi lebih baik. namun terlebih dahulu mulai perbaiki diri kita, dari yang kecil saja. tidak perlu menjadi baik dahulu baru kita bisa memperbaiki orang lain tapi bersamaan kita memperbaiki diri..

aku mencintai kalian seperti aku mencintai diriku,
aku masih belajar untuk hal itu.. namun hari ini aku merasa bergelora.. meski banyak salah paham dan sedikit perselisihan, belum kesamaan pendapat, namun aku melihat jiwa-jiwa kalian sudah mulai bangkit kembali, bangkit untuk berjuang. cukup sudah beberapa waktu ini kita saling melukai, cobalah untuk lebih membesarkan hati, melapangkan dada dan membuat ruang kedamaian dalam hati hingga Allah masuk dalam setiap denyut nadi kita. biar Allah yang melihat seberapa lelah kita hari ini.

entah ini sebuah pesan perjuangan atau sebuah ungkapan sayangku pada kalian.. namun selama ini itulah yang aku rasakan, aku yakin kita bisa melalui 5 setengah bulan bersama lagi, dengan perjuangan yang berbeda tentunya. bukan untuk terlihat baik, namun hanya untuk Allah, karena inilah sesungguhnya arti dakwah.

sediki tadi aku menuliskan 3 baris kata
"Bukan rohis bila tidak berjuang
Bukan dakwah jika hanya ingin bersenang-senang
dan bukan rohis kalau mau yang enak saja..a
Semua ada ganjarannya"

karena itu saat ini mulailah bergerak lebih, biar kita yang paling lelah.. toh semua ada balsannya.
kalau bukan kita, lalu siapa lagi?

Semangat Twiternya Himma:)
Semangat Bedah Bukunya Audita:)
Semangat Bultahnya Kenny:)
Semangat Sanlatnya Intan dan Patun:)
Semangat renov mesjidnya Mifta:)
Semangat urus suratnya lady:)

semangat untuk kalian bukan berarti kalian sendiri yang akan berkerja, InsyaAllah kita semua bersatu untuk setiap proker yang ada.. kesampingkan egois kita 5,5 bulan lagi.. untuk Rohis, 14, Bu Erah, Pak Martadi, dan yang terpenting untuk Allah

aku menyayangi kalian semua, InsyaAllah..
ingatkan aku jika salah, karena semua tidak akan berjalan tanpa komunikasi dan dukungan kalian.

waktu berjalan seiring kita berjalan,
ya R_14

ALLAHUAKBAR!!!
ALLAHUAKBAR!!!
ALLAHUAKBAR!!!

untuk kalian para pejuang Allah..
BPH dan SK ROhis 14
silmy kaaffah