Thursday, March 13, 2014

Pewajaran

Salah satu bagian paling menyedihkan dari kehidupan adalah ketika kita tidak percaya, bahkan pada kemampuan kita sendiri. Saat dunia terlalu silau untuk di tatap, dan bumi terlalu mewah untuk terus dipijak oleh sepasang kaki kita yang lemah. bagian menyedihkan lainnya adalah bahwa kehadiran diri kita hanyalah korban keisengan Tuhan. Apa guna punya arti bila hidup sekadar mati?

kita melihat dunia begitu dinamis, sementara kita yang merasa kerdil ini terus diam seolah diri kita memang dicipta untuk menjadi bagian dari orang-orang yang tak berdaya.

"Ah, aku memang takdirnya begini; jadi orang yang biasa-biasa saja," suatu kali hati kita pernah bersuara demikian. Atau di waktu yang lain diam-diam kita berkata dalam hati : "Yah, wajar aku ngga bisa kaya dia, aku kan cuma....".

Begitulah kita, makhluk-makhluk tak tahu diri yang selalu terampil membuat pewajaran-pewajaran yang kemudian menjadi doa-- yang pelan-pelan menyulap kita jadi manusia tak berdaya sungguhan.

-Ja(t)uh, Azhar Nurun Ala

ku temukan ini di sela-sela bait sya'ir cintanya kak azhar, langka men!
tapi coba baca kembali, selami kata-kata diatas dengan makna bening. terkadang, itulah yang terjadi pada diri kita. iya.
"Menjadi biasa-biasa saja adalah kutukan, bukan pilihan."

No comments:

Post a Comment