Saturday, January 7, 2012

Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan

“Adakalanya jiwa ini mengeluh karena musibah yang menimpanya, padahal ada jalan keluarnya semudah membuka ikatann”


Apakah yang disebut bahagia? Apakah bahagia itu ada harta ataukah kedudukan dan keturunan? Jawabannya beragam. Akan tetapi, marilah kita perhatikan kebahagiaan yang dialami oleh seorang wanita yang disebutkan dalam kisah berikut :

Seorang lelaki bertengkar dengan istrinya, sang suami berkata “Sungguh aku akan membuatnmu menderita.” Istrinya menjawab “Kamu tidak akan mampu.” Suami bertanya padanya “Bagaimana bisa demikian?”

Istrinya menjawab “Seandainya bahagia itu terletak pada harta, maka engkau bisa mengharamkannya bagiku. Seandainya bahagia itu terletak pada perhiasan maka engkau dapat mencegahku darinya. Akan tetapi tiada sesuatupun yang engkau dan orang lain dapat memilikinya. Sesungguhnya kebahagiaaku, berada pada imanku; imanku ada pada qalbuku dan qalbuku tiada seorangpun yang dapat menguasainya kecuali Tuhanku.”
Inilah yang disebut kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu kebahagiaan iman. Tiada yang dapat merasakan kebahagiaan ini, kecuali hanya orang yang qalbunya dikuasai oleh cinta kepada Allah hingga masuk ke bagian yang paling dalam begitupula jiwa dan pikirannya. Pada hakikatnya yang memliki kebahagiaan adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu carilah kebahagiaan dengan taat kepadaNya. Sesungguhnya satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan tiada lain hanyalah dengan mengenal agama yang benar yang telah diutuskan kepada Rasulullah untuk menyampaikannya.

Barangsiapa mengenal jalan ini maka tidak akan terhalang darinya bila ia tidur di rumah sederhana atau di emperan toko atau merasa cukup dengan sepotong roti, untuk manusia yang paling bahagia di dunia. Berbeda halnya dengan ornag yang sesat di jalan ini, maka usianya akan dipenuhi dengan kesedihan; hartanya menjadi penghalang; ilmunya mendatangkan kerugian; dan kesudahannya adalah beroleh kehinaan dan kekecewaan.


"Sesungguhnya kita memerlukan harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita harus hidup demi harta"

source : buku Jadilah wanita yang paling bahagia,
Aidh Al-Qarni

No comments:

Post a Comment